Materi Softskill 1 Etika Profesi
Achmad Reza - 20414139
Achmad Reza - 20414139
Etika
Profesi
1.
Pengertian
Etika Profesi
kode
etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi
yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya
berbuat dan sekaligus menjamin mutu moral profesi itu dimata masyarakat.
Kode etik
profesi merupkan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkan penerapan
pemikiran etis atas suatu profesi. Kode etik profesi dapat berubah dan diubah
seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga anggota
kelompok profesi tidak akan ketinggalan zaman.
Kode etik
profesi merupakan hasil pengaturan diri profesi yang bersangkutan dan ini
perwujudan moral yang hakiki, yang tidak dapat dipaksakan dari luar. Kode etik
profesi hanya berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai
yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri.
2.
Kode Etik
Profesi
Kode
etik profesi pada dasarnya adalah norma perilaku yang sudah dianggap benar atau
yang sudah mapan dan tentunya lebih efektif lagi apabila norma perilaku itu
dirumuskan secara baik, sehingga memuaskan semua pihak.
Adapun
fungsi-fungsi dari kode etik profesi itu sendiri:
1.
Sebagai sarana kontrol sosial.
2.
Sebagai pencegah campur tangan pihak
lain.
3.
Sebagai pencegah kesalahpahaman dan
konflik.
Adapun
beberapa prinsip etika profesi yaitu :
1.
Prinsip Standar Teknis, profesi dilakukan sesuai
keahlian
2.
Prinsip Kompetensi, melaksanakan pekerjaan sesuai jasa
profesionalnya, kompetensi dan ketekunan
3.
Prinsip Tanggungjawab, profesi melaksanakan tanggung
jawabnya sebagai professional
4.
Prinsip Kepentingan Publik, menghormati kepentingan
public
5.
Prinsip Integritas, menjunjung tinggi nilai tanggung
jawab professional
6.
Prinsip Objektivitas, menjaga objektivitas dalam
pemenuhan kewajiban
7.
Prinsip Kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi
8.
Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku konsisten
dengan reputasi profesi
Peran Etika
dalam Perkembangan IPTEK
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi berlangsung sangat cepat. Dengan perkembangan tersebut diharapkan
akan dapat mempertahankan dan meningkatkan taraf hidup manusia untuk menjadi
manusi secara utuh. Maka tidak cukup dengan mengandalkan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi, manusia juga harus menghayati secara mendalam kode etik ilmu,
teknologi dan kehidupan.
Para pakar ilmu kognitif telah
menemukan bahwa teknologi mengambil alih fungsi mental manusia, pada saat yang
sama terjadi kerugian yang diakibatkan oleh hilangnya fungsi tersebut dari
kerja mental manusia. Perubahan yang terjadi pada cara berfikir manusia sebagai
akibat perkembangan teknologi sedikit banyak berpengaruh terhadap pelaksanaan
dan cara pandang manusia terhadap etika dan norma dalam kehidupannya.
Etika profesi merupakan bagian dari etika sosial yang
menyangkut bagaimana mereka harus menjalankan profesinya secara profesional
agar diterima oleh masyarakat. Dengan etika profesi diharapkan kaum profesional
dapat bekerja sebaik mungkin, serta dapat mempertanggungjawabkan tugas yang
dilakukan dari segi tuntutan pekerjaannya.
Jenis-Jenis Etika
Untuk mencari arti-arti etika, etikapun menpunyai
jenis-jenisnya dibagi menjadi dua jenis yaitu:
1. Etika sebagai
Praktis
a. Nilai-nilai
dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan
walaupun seharusnya dipraktekkan
b. Apa
yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral
2. Etika
sebagai Refleksi
a. Pemikiran
moral berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus
dilakukan atau tidak boleh dilakukan
b. Berbicara
tentang etika sebagai praksis atau mengambil praksis etis sebagai objeknya
c. Menyoroti
dan menilai baik buruknya perilaku orang
d. Menyoroti
dan menilai baik buruknya perilaku orang
Masalah
Dalam Etika
Ada jenis masalah yang dihadapi dalam etika
beberapanya yaitu :
1. Sistematik
Masalah-masalah
sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai
sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis
beroperasi
2. Korporasi
Permasalahan
korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam
perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang
moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan
individual sebagai keseluruhan
3. Individu
Permasalahan
individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu
tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas
keputusan, tindakan dan karakter individual.
Penggunaan
istilah Profesionalisme
istilah profesi biasa
digunakan untuk mengacu pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan atau
keahlian khusus, yang dilakukan sebagai pekerjaan utama, dalam artian bahwa
pekerjaan-pekerjaan tersebut bukan sekadar hobi atau pekerjaan sampingan.
Profesi dengan demikian bukanlah pekerjaan itu ansich, tetapi juga berkaitan
dengan orang yang menjalaninya.
Profesionalisme berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional (Longman,1987). “Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya.
Profesionalisme berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional (Longman,1987). “Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya.
Profesionalisme berarti
“The expertness characteristic of a professional person” kalimat tersebut
mempunyai arti “karakteristik kemahiran dari seorang professional” maka dengan
demikian apabila Anda berkarir dalam hal apapun, tunjukan sikap profesionalisme
diri Anda
Ciri-Ciri
dalam Profesionalisme
Profesionalisme mempunyai
ciri-ciri tersendiri yaitu:
1.
punya ketrampilan yang tinggi dalam
suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang
diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidangnya
2.
Punya ilmu dan pengalaman serta
kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi
cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar
kepekaan
3.
Punya sikap berorientasi ke depan
sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang
di hadapannya
4.
Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan
akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang
lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan
pribadinya
Tujuan
Dalam Mempelajari Etika
Untuk mendapatkan
konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam
ruang dan waktu tertentu. Sifat dasar etika adalah sifat kritis, etika
bertugas:
·
Untuk mempersoalkan norma yang dianggap
berlaku. Diselidikinya apakah dasar suatu norma itu dan apakah dasar itu
membenarkan ketaatan yang dituntut oleh norma itu terhadap norma yang dapat
berlaku
·
Etika mengajukan pertanyaan tentang
legitimasinya, artinya norma yang tidak dapat mempertahankan diri dari
pertanyaan kritis dengan sendirinya akan kehilangan haknya
·
Etika mempersolakan pula hak setiap
lembaga seperti orangtua, sekolah, negara dan agama untuk memberikan perintah
atau larangan yang harus ditaati
·
Etika dapat mengantarkan manusia, pada
sifat kritis dan rasional
·
Etika memberikan bekal kepada manusia
untuk mengambil sikap yang rasional terhadap semua norma
·
Etika menjadi alat pemikiran yang
rasional dan bertanggung jawab bagi seorang ahli dan bagi siapa saja yang tidak
mau diombang ambingkan oleh norma-norma yang ada
s
s
Materi Softskill
2
Keuntungan/Kerugian
Mengikuti Organisasi dalam Masyarakat
A.
Pengertian Organisasi Profesi
Sebelum
membahas mengenai organisasi sebaiknya kita mengetahui tentang apa itu
organisasi dan profesi itu sendiri. W.J.S. Poerwadarminta (dalam Kamus Umum
Bahasa Indonesia) organisasi yaitu susunan dan aturan dari berbagai bagian
(orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur. Selanjutnya menurut James
D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai
tujuan bersama. Chester I. Bernard, organisasi merupakan suatu sistem aktivitas
kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dari berbagai pengertian
di atas dapat kita simpulkan bahwa organisasi merupakan suatu perserikatan
manusia antara dua orang atau lebih yang didalamnya terdapat susunan dan aturan
serta sistem aktivitas kerja untuk mencapai tujuan bersama.
Selanjutnya
yaitu mengenai profesi dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan yang dilakukan
sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan
suatu keahlian. Adapun karakteristik dari profesi antara lain adalah
mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus, dilaksanakan sebagai
suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu), dilaksanakan sebagai sumber
utama nafkah hidup dan dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
Dari
berbagai uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa organisasi profesi
merupakan suatu organisasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang
memiliki profesi yang sama untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan Merton
mendefinisikan bahwa organisasi profesi adalah organisasi dari praktisi yang
menilai/mempertimbangkan seseorang atau yang lain mempunyai kompetensi
professional dan mempunyai ikatan bersama untuk menyelenggarakan fungsi sosial
yang mana tidak dapat dilaksanakan secara terpisah sebagai individu.
Organisasi
profesi mempunyai 2 perhatian utama yaitu, kebutuhan hukum untuk melindungi
masyarakat dari anggota profesi yang tidak dipersiapkan dengan baik dan
kurangnya standar dalam bidang profesi yang dijalani.
Organisasi
profesi menyediakan kendaraan untuk anggotanya dalam menghadapi tantangan yang
ada saat ini dan akan datang serta bekerja kearah positif terhadap
perubahan-perubahan profesi sesuai dengan perubahan sosial.
Dalam
kehidupan sehari-hari kita mengenal banyak organisasi profesi yang sengaja
didirikan oleh para anggotanya sesuai dengan bidangnya masing-masing misalnya
dalam dunia kesehatan kita mengenal Ikatan Dokter
Indonesia(IDI), Ikatan Dokter Gigi Indonesia
(IDGI), Ikatan Bidan
Indonesia(IBI), Persatuan Ahli Gizi
Indonesia(PERSAGI), Persatuan
Ahli Farmasi Indonesia(PAFI), Ikatan
Perawat Anestesi Indonesia(IPAI), dan lain-lain.
Contoh organisasi profesi dalam
bidang hiburan antara lain Forum Musisi
dan Penyanyi Indonesia (FOMPI) dan Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). Contoh
organisasi profesi dalam bidang bahasa dan sastra antara lain Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI), Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI), Masyarakat
Pernaskahan Nusantara (MANASA), Masyarakat
Linguistik Indonesia (MLI), dan lain sebagainya.
B.
Ciri-Ciri Organisasi Profesi
Secara umum,
ciri-ciri organisasi profesi adalah:
1.
Hanya ada
satu organisasi untuk setiap profesi
2.
Ikatan utama
para anggota adalah kebanggan dan kehormatan
3.
Tujuan utama
adalah menjaga martabat dan kehormatan profesi.
4.
Kedudukan
dan hubungan antar anggota bersifat persaudaraan
5.
Memiliki
sifat kepemimpinan kolektif
6.
Mekanisme
pengambilan keputusan atas dasar kesepakatan.
C.
Keuntungan Organisasi Profesi
Adapun keuntungan
dalam organisasi profesi antara
lain:
1.
Meningkatkan
dan mengembangkan karier anggota, hal itu merupakan upaya organisasi dalam
bidang mengembangkan karir anggota sesuai bidang pekerjannya.
2.
Meningkatkan
dan mengembangkan kemampuan anggota, merupakan upaya terwujudnya kompetensi
dalam bidangnya yang handal pada diri anggotanya.
3.
Meningkatkan dan mengembangkan kewenangan
profesional anggota merupakan upaya para professional untuk menempatkan anggota
suatu profesi sesuai kemampuan.
4.
Meningkatkan
dan mengembangkan martabat anggota agar anggotanya terhindar dari perlakuan
tidak manusiawi.
5.
Meningkatkan
dan mengembangkan kesejahteraan untuk meningkatkan kesejahteraan lahir batin
anggotanya.
Organisasi
profesi pastilah memberikan manfaat kepada para anggotanya termasuk juga
organisasi profesi pendidikan. Manfaat yang diperoleh dengan adanya profesi pendidikan diantaranya
yaitu membangun kepercayaan dalam diri masyarakat mengenai adanya suatu persepsi
tentang kompetensi, adanya persepsi masyarakat bahwa kelompok-kelompok
profesional mengatur dirinya dan lebih lanjut diatur oleh masyarakat
berdasarkan minat dan kepentingan masyarakat serta persepsi yang melahirkan
kepercayaan masyarakat itu ialah anggota-anggota suatu profesi miliki motivasi
untuk memberikan layanan kepada orang-orang dengan siapa mereka bekerja.
Komentar
Posting Komentar